SMPN 7 Kota Surakarta baru saja selesai menggelar Workshop Reviu dan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan digelar selama dua hari pada tanggal 24 s.d. 25 Juni 2026 bertempat di Ruang Laboratorium IPA sekolah. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP, M.A.P.  Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan arah transformasi pendidikan di Kota Surakarta. “Secara umum sekolah negeri di Kota Surakarta belum semua memuaskan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dimana beberapa sekolah belum terisi penuh rombelnya. Alhamdulillah SMPN 7 Kota Surakarta termasuk sekolah yanh terpenuhi jumlah rombelnya. Tantangannya adalah bagaimana kita harus menjaga trust masyarakat, ujar Dwi Ariyatno. Kepala Dinas Pendidikan juga menyoroti bahwa fenomena saat ini, anak-anak cenderung suka melihat video-video pendek di youtube dan tiktok yang menyebabkan ketahanan baca mereka rendah. Ini yang menyebabkan nilai TKA mereka jeblok. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh sekolah, bagaimana meningkatkan literasi numerasi anak-anak. Sekolah dapat melihat Rapor Pendidikan sebagai dasar dalam penentuan program dan kebijakan. Pak Dwi (sebutan Kepala Dinas) juga menekankan bahwa sekolah harus bersifat ramah dan inklusif. Semua anak harus dilayani dengan baik dan tidak ada diskriminasi dalam pelayanan pendidikan.

Kepala Dinas juga mengapresiasi SMPN 7 Kota Surakarta yang telah melibatkan banyak mitra dalam menyusun dokumen KSP yang menjadi landasan operasional proses pembelajaran di sekolah. Dalam Workshop Reviu dan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) sekolah mengundang unsur Dinas Pendidikan, Pejabat Kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas, komite sekolah, tokoh masyarakat, orang tua, dan murid. Mereka diajak untuk berdiskusi merefleksi, mereviu proses pembelajaran yang telah berjalan selama satu tahun ajaran dan memberikan masukan proses pembelajaran yang diharapkan selama satu tahun ajaran ke depan. 

Pengawas SMPN 7 Kota Surakarta, Dra. M. Dyah Sulistyawati, M.Pd. juga menyampaikan penguatan tentang pentingnya penyusunan dokumen KSP ini bagi sekolah. Kegiatan ini buka merupakan rutinas tahunan, namun upaya dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik melalui proses dengar pendapat menerima masukan dari banyak mitra atau unsur yang telah diundang. Dyah juga berharap SMPN 7 Kota Surakarta dapat meningkatkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) di tahun-tahun berikutnya.  

Kegiatan Workshop Reviu dan Penyusunan KSP pada hari pertama banyak mendengar curahan pendapat dan masukan dari tamu undangan yang hadir. Usai dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan penguatan KSP dari pengawas sekolah, tamu undangan diminta untuk menyampaikan aspirasinya demi kemajuan pembelajaran di sekolah. Kepala Dinas yang masih setia membersamai kegiatan, memberikan kesempatan pertama kepada murid dan orang tua untuk menyampaikan keinginan dan evaluasi proses pembelajaran di sekolah. Usulan dan masukan dari murid yang diwakili Ketua MPK, Ketua OSIS, dan pengurus ekstrakurikuler banyak menyoroti tentang fasilitas pembelajaran (LCD, kebersihan, kipas, dan sarana pembelajaran lainnya), murid berharap pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan, rasa nyaman dan aman tanpa ada bullying, serta ruang sekretariat bersama untuk MPK-OSIS maupun  ekstrakurikuler.

Dari unsur orang tua murid menyampaikan apresiasi karena telah diundang dalam kegiatan workshop. Orang tua murid berharap sekolah dapat meningkatkan kualitas akademik dan non akademik, penguatan karakter utamanya sopan santun tata krama murid, serta berharap ada pertemuan rutin sebulan atau dua bulan sekali antara sekolah dengan orang tua untuk membahas dan memantau perkembangan belajar anak. Orang tua juga tidak keberatan memberikan sumbangan kepada sekolah untuk kemajuan belajar anak. Dari pihak puskesmas Nusukan juga menyampaikan pentingnya penyampaian kesehatan reproduksi dan mental kepada anak. Puskesmas siap dijadikan mitra dalam memberikan pendidikan khususnya kesehatan bagi murid. Selama ini sudah terjalin kerjasama dengan sekolah berupa cek kesehatan gratis dan screening kesehatan. 

Pemerintah Kota Surakarta melalui Pemerintah Kelurahan Nusukan juga siap menjadi sumber belajar bagi murid-murid SMPN 7 Kota Surakarta. Kelurahan membuka tangan lebar-lebar apabila sekolah ingin memanfaatkan fasilitas kelurahan sebagai sumber belajar. Beberapa fasilitas kelurahan yang ditawarkan sebagai sumber belajar adalah; Taman Cerdas Nusukan, Lapangan Nusukan, bahkan Kantor Kelurahan. Pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas tidak ingin ketinggalan berperan serta. Bapak Babin menyampaikan kondisi kerawanan sosial dan keamanan di wilayah Nusukan yang relatif kondusif.  Babinsa dan Bhabinkamtibmas siap menjadi mitra sekolah dalam memberilakan layanan pendidikan khususnya tentang kedisiplinan, bela negara, cinta tanah air, tertib berlalu lintas, dan pencegahan Narkoba. Satu mitra sekolah yang turut hadir dan manjadi mitra utama dalam mengidentifikasi dan mengasesmen anak-anak berkebutuhan khusus yaitu Yayasan KAKAK juga ikut andil menyampaikan masukan utamanya jika ada murid yang teridentifikasi memiliki kebutuhan khusus. Yayasan KAKAK siap membantu memberikan pendampingan untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Pada hari kedua workshop diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 7 Kota Surakarta dengan agenda membahas pengorganisasiaan pembelajaran yang meliputi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, program pengembangan sekolah, perencanaan pembelajaran, dan syarat kenaikan dan kelulusan murid. Semua usulan dan masukan yang telah didapatkan selama dua hari tersebut akan menjadi bahan finalisasi yang akan dilakukan oleh tim inti TPK dari Bidang Kurikulum Sekolah. Adanya kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan dokumen kurikulum yang komprehensif memfasilitasi perkembangan murid yang berkarakter, adaptif, dan tetap berakar kuat pada kearifan dan budaya lokal. (DE/red). 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *