SMPN 7 Kota Surakarta baru saja selesai melaksanakan pembelajaran kokurikuler dalam bentuk pembelajaran proyek lintas mata pelajaran. Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan di sekolah yang dilakukan oleh murid untuk menguatkan, memperdalam, atau sebagai pengayaan mata pelajaran yang sudah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler. Selain penguatan dan pengayaan mata pelajaran, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan penguatan pendidikan karakter pada murid. Pembelajaran kokurikuler dilaksanakan dari tanggal 2 s.d. 6 Februari 2026. Pembelajaran kokurikuler semester genap ini mengambil tema besar pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Tema ini kemudian di breakdown ke dalam pembelajaran kokurikuler pada masing-masing kelas. Kelas 7 mengambil tema: Sahabat Tampan, Sekolah hijau Berbasis Tanaman Pangan. Sebuah tema yang berfokus pada penghijauan berbasis pada tanaman pangan. Kolaborasi yang indah antara sekolah dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (dispangtan) Kota Surakarta. Jika kelas 7 berfokus pada upaya menghijaukan sekolah melalui penanaman tanaman pangan, kelas 8 berfokus pada penciptaan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dengan mengambil tema “Harmoni Lingkungan Dari Narasi Menuju Aksi “. Pada tema ini, murid kelas 8 diajak menjaga lingkungan dengan melakukan kampanye dan aksi nyata tentang sanitasi, pengelolaan sampah, dan kebersihan lingkungan. Tidak ketinggalan untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, kelas 9 fokus mengambil tentang konservasi energi dan air dengan tema “Peduli Air dan Energi, Wujudkan Bumi yang Lestari”.
Pembelajaran kokurikuler dibuka dengan apel dan sosialisasi kepada murid di halaman sekolah. Herni Budiati, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMPN 7 Kota Surakarta memberikan sambutan, arahan, pembinaan, dan membuka acara secara resmi. “Pembelajaran kalian di kelas-kelas perlu penguatan secara kolaboratif melalui pembelajaran kokurikuler seperti yang akan dilakukan. Kegiatan ini akan menguatkan pemahaman dan karakter kalian. Silakan anak-anak memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya”. Ujar Herni saat menyampaikan amanatnya. Usai dibuka secara resmi oleh kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi alur, proses, produk, dan penilaian pembelajaran kokurikuler oleh koordinator masing-masing kelas. Sosialisasi kelas 7 dilakukan oleh Maydica Nurlaili Finanda, S.Pd., Kelas 8 oleh Ayu Setiawati, S.Hum, dan kelas 9 oleh Revina Budi Astuti, S.Si.
Setelah mengikuti apel pembukaan dan menerima sosialisasi kegiatan kokurikuler, murid-murid langsung melaksanakan kegiatan yang telah disusun oleh tim kokurikuler. Dalam satu pekan, kelas 7 mendapatkan pengalaman belajar tentang pembuatan pot dari botol bekas, penanaman, penamaan tanaman, serta membuat vlog. Murid-murid mendapatkan pengalaman langsung dari praktisi dinas ketahanan pangan dan pertanian Kota Surakarta. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu secara teori namun diajak langsung menanam tanaman sayuran seperti cabai, terung, sawi, dan kangkung dalam polybag. Kolaborasi indah antara sekolah dengan dispangtan Kota Surakarta mampu memberikan pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak. Mereka terlihat antusias menanam dan merawat tanaman yang mereka tanam. Anargya murid kelas 7E mengaku senang dengan pengalaman ini. “Hari ini saya senang sekali, mendapatkan pengalaman bagaimana menanam sayuran di polybag”, ujarnya.
Dikala kelas 7 belajar menghijaukan sekolah dengan tanaman pangan, murid kelas 8 belajar pengelolaan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih. Mereka juga mendapatkan materi dari aktivis proklim sekaligus pendamping sekolah adiwiyata Kota Surakarta, Suryono Arif Wijaya, S.T. Penyampaian materi dikemas dalam bentuk talkshow dipandu oleh guru untuk menjadi contoh bagi murid bagaimana acara talkshow secara langsung. Hal ini karena anak-anak ada tagihan membuat talkshow tentang kondisi kebersihan dan solusi menjaga sekolah menjadi sekolah yang sehat dan bersih.
Disaat adik kelas beraktivitas di bidang penghijauan dan kebersihan, kelas 9 belajar bagaimana mengelola air dan energi agar keberlangsungan bumi ini tetap lestari. Mewariskan air dan energi yang baik untuk generasi masa depan. Dalam kegiatan ini anak-anak diajak mendesain membuat prototype alat-alat yang memanfaatkan konversi energi dan air. Kegiatan ini mampu memantik penalaran kritis dan kreativitas anak. Kegiatan satu pekan ini adalah langkah kecil berkelanjutan untuk membentuk karakter murid dan menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, dan nyaman. Semoga impian besar ini terwujud dengan langkah-langkah kecil namun konsisten. (DE/red).


















